Saturday, July 1, 2017

Komponen-Komponen Perangkat Pembangun Jaringan

assalamu'alaikum wr. wb.

A. Pendahuluan

Kali ini saya, akan mengenalkan macam-macam perangkat keras dalam sebuah jaringan.

1. Pengertian

perangkat keras jaringan adalah perangkat yang digunakan untuk membangun dan membantu sebuah jaringan.

2. Latar Belakang

ingin mengenalkan macam-macam perangkat jaringan dan fungsinya.

3. Maksud dan Tujuan

Menjelaskan fungsi dan pengertian dari perangkat pembangun jaringan.
 
4. Hasil yang Diharapkan

Dapat memahami setiap fungsi perangkat keras dalam jaringan

C. Proses dan Tahapan Kerja


Macam-macam Perangkat Keras Jaringan Komputer
Pengertian perangkat keras jaringan komputer adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke komputer lainnya dalam jaringan untuk tujuan berbagi data,berbagi informasi serta berbagi peripheral dalam jaringan
 adapun contoh  dari perangkat keras jaringan komputer antra lain :

1.     NIC (Network Interface Card)







  

Gambar Kartu NIC

NIC (Network Interface Card) atau yang biasa disebut LAN card ini adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Komponen ini biasanya sudah terpasang secara onboard di beberapa komputer atau laptop.
  
2.     Kabel Jaringan

Kabel dalam sebuah jaringan digunakan sebagai media penghubung. Meskipun  sekarang sudah ada teknologi tanpa kabel (wireless) namun kabel masih sering digunakan karena mudah dalam pengoperasiannya. Ada beberapa macam tipe kabel yang biasa digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer seperti :

a)      Kabel Twisted Pair










 Gambar Kabel Twisted Pair

Kabel Twisted Pair ini terdiri dari beberapa kabel yang saling melilit. Ada dua jenis kabel yang termasuk dalam tipe kabel ini yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dengan lapisan alumunium foil dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Kedua jenis kabel twisted pair ini pada dasarnya sama, bedanya hanya kabel UTP rentan terhadap medan magnet atau voltase yang tinggi sedangkan kabel STP tidak.

b)      Kabel Coaxial









 Gambar Kabel Coaxial

Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga sebagai inti yang dilapisi oleh isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktor luar kemudian dibungkus dengan bahan semacam PVC sebagai lapisan isolator paling luar. Untuk penggunaan kabel coaxial ini sudah jarang digunakan karena pada umumnya orang membangun jaringan komputer dengan kabel twisted pair.

c)      Kabel Fiber Optic











Gambar Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber optic adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat daripada kabel biasa, biasanya fiber optic digunakan pada jaringan backbone (Tulang Punggung) karena dibutuhakan kecepatan yang lebih dalam dari jaringan ini, namun pada saat ini sudah banyak yang menggunakan fiber optic untuk jaringan biasa baik LAN, WAN maupun MAN karena dapat memberikan dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena fiber optic ini menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya dan sudah barang tentu kecepatan cahaya tidak diragukan lagi namun untuk membangun jaringan dengan fiber optic dibutuhkan biaya yang cukup mahal dikarenakan dibutuhkan alat khusus dalam pembangunannya.

3.     Konektor









Gambar  Konektor RJ 45

Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara kabel dengan colokan NIC (Network Interface Card) yang ada pada komputer Anda. Jenis konektor ini disesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya Konektor RJ-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel coaxial dan konektor ST berpasangan dengan kabel fiber optic.

4.     Hub








Gambar Hub
Hub adalah komponen jaringan komputer yang memiliki colokan (port-port), jumlah portnya ini mulai dari 8,16, 24, sampai 32 port. Pada umunya hub digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lainnya. Dengan kata lain Hub sama halnya seperti sebuah jembatan yang dapat menghubungkan beberapa kota atau provinsi.

a. Karakteristik Hub

      Hub awalnya mensupport kecepatan ethernet 10 Mbps. Namun dewasa ini banyak hub memiliki kecepatan data 100 Mbps. Beberapa jenis hub mendukung dua kecepatan 10 Mpbs / 100 Mbps atau dikenal dengan dengan dual-speed hubs.

Karakteristik Hub :
  1. Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical layer).
  2. Tidak dapat membaca paket-paket data.
  3. Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.
  4. Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang masuk ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.
Dapat memperkuat sinyal elektrik data yang masuk sebelum dikirimkan ke tujuan.

b. Cara Kerja Hub

Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port. Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

5.      Switch









 Gambar Swicth
Switch pada prinsipnya sama dengan hub bedanya switch lebih pintar daripada hub karena mampu menganalisa paket data yang dilewatkan padanya sebelum dikirim ke tujuan. Selain itu switch juga memiliki kecepatan transfer data dari server ke workstation atau sebaliknya.

a. Karakteristik Switch

Switch utamanya disajikan untuk ethernet. Memiliki konfigurasi port yang beragam dari 5 port hingga puluhan port. Juga mendukung kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps atau keduanya (dual speed).

Karakterisktik Switch :
  1. Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer)
  2. Dapat menginspeksi data yang diterima
  3. Dapat menentukan sumber dan tujuan data
  4. Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith.
  5. Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan.

b. Cara Kerja Switch

Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan
   
  c. Keuntungan dan Kekurangan

Keuntungan 

Klien Performance: Karena sistem tertentu yang melekat pada switch hanya melihat informasi secara eksplisit ditujukan kepada NIC, ada sedikit overhead waktu yang dihabiskan membuang paket yang tidak perlu membaca. Throughput yang lebih tinggi: Karena hanya lalu lintas yang relevan diturunkan jaringan setiap pelabuhan, setiap NIC mendapatkan paket sendiri dikirimkan ke switch secara independen satu sama lain terikat dengan NIC beralih. Ini berarti sebuah tombol dapat mengatur volume total yang lebih besar data dalam transit pada waktu tertentu.

Kekurangan

Switch: Jika saklar cukup mahal untuk memasukkan “port mirroring” kemampuan, suatu sniffer adalah penggunaan terbatas pada sebuah switch karena switch secara otomatis menyaring lalu lintas yang ingin diperoleh sniffer.

6.     Repeater
 Gambar Repeater
Repeater adalah sebuah komponen yang berfungsi memperkuat sinyal. Sinyal yang diterima dari satu segmen kabel LAN ke segmen LAN berikutnya akan dipancarkan kembali dengan kekuatan sinyal asli pada segmen LAN pertama sehingga dengan adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan komputer dapat diperluas.



a. Karakteristik Repeater


1.Karakteristik REPEATER :

2.Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan.

3. Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak.

b. Cara Kerja Repeater

Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan lebih jauh pula daya jelajahnya. Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi yang  tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit , Antennanya pun  di instalasikan ditower yang cukup tinggi.
Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita memandang, sampai sanalah  area yang dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.
Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta sel;ektivitas dari repeater itu sendiri. Untuk meningkatkan  kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.

7.     Router


 Gambar Rooter
Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau menfilter data yang lalu lalang di jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Sama seperti hub/switch, router juga dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan seperti jaringan model LAN, MAN, bahkan WAN.


a. Karakteristik Router

ROUTER mempunyaikarakteristik alat sebagai berikut :
1. Mempunyai adaptor dan spesifikasi yang berbeda
2. Mempuyai internet in / WAN
3. Mempunyai internet out / LAN
4. Mempunyai reset switch
5. Mempunyai indikator porwer
6. Mempunyai antena (jika wireless)

b. Cara Kerja Router

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.
 
c. Keuntungan Dan Kerugian Router


Keuntungan Menggunakan Router 
Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan router pada jaringan adalah :
1.Isolasi trafik broadcast : Kemampuan ini memperkecil beban jaringan karena trafik
jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.

2.Fleksibilitas : Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu.

3.Pengaturan prioritas : Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol

4.Pengaturan konfigurasi : Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge.

5.Isolasi masalah : Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi diisolasi pada LAN tersebut.

6.Pemilihan jalur : Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antar dua sistem.


Kerugian Menggunakan Router
Kerugian yang terjadi dengan menggunakan router adalah :

1.Tergantung pada protocol : Router yang beroperasi pada lapisan network OSI hanya mampu meneruskan trafik yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan.

2.Biaya : Router umumnya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga throughput yang dihasilkan dapat lebih rendah daripada bridge.

3.Pengalokasian alamat : Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat jaringan pada sistem itu.

4.Sistem tak terjangkau : Penggunaan routing table statik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

8.     Modem









Gambar modem

a. Karakteristik Modem

1. Mekanik
2. Elektrik
3. Fungsional
4. Prosedural

b. Kegunaan / Fungsinya :

•          Mekanik                : hubungan fisik antara DTE-DCE
•  Elektrik   : level voltase & waktu perubahan voltase DTE-DCE harussama, misal NRZ-L
• Fungsional   : fungsi DCE dalam kategori data, kontrol, waktu, dan       ground.
• Prosedural  : urutan kejadian dalam mentransmisikan data

c. Cara Kerja Modem

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah.
Dalam kerjanya, modem melakukan proses modulasi dan demodulasi terhadapdata yang dipancarkan. Modem menerima rangkaian pulsa biner dari periferal komputer, kemudian memodulasikarakteristik sinyal analog (level tegangan, frekuensi atau fasa) agar dapat disalurkan melalui saluran telepon atau cablelines. Sedangkan pada si penerima, sinyal yang ditumpangi ini oleh rangkaian demodulator dipisahkan kembali dari sinyal yang menumpanginya sehingga dapat dibaca oleh komputer, proses ini dinamakan demodulasi. Standarisasi darimodulasi dewasa ini berfungsi untuk mencapai kecepatan yang lebih baik lagi. Pada awalnya kecepatan dari modem ini adalah 300 bps dan dewasa ini telah mencapai 56 Kbps. Kecepatan modem itu sendiri sekarang ini sudah cukup cepat dibanding dahulu, tetapi untuk penggunaannya di Indonesia masih dibatasi dengan kurang bagusnya jaringan telepon yang tersedia. Saat ini kecepatan modem yang sering digunakan di Indonesia adalah sebesar 56Kbps, tetapi dengan kondisi jaringan telepon yang ada, kecepatan tersebut mungkin maksimal hanya sekitar 33.6 Kbps saja.

d. Keuntungan dari Modem

Keuntungan dari akses jaringan internet lewat cable modem juga meliputi semua keuntungan koneksi internet dengan menggunakan telephone modem yang umum digunakan saat ini untuk rumah tangga, namun tidak lagi dibutuhkan saluran telepon untuk internet, sehingga saluran telepon tidak selalu sibuk, ditambah lagi dengan kecepatannya yang tinggi, dan waktu koneksi yang tidak dibatasi. Namun hal yang terakhir ini bisa juga merupakan kerugian jika ditinjau dari sisi lain, hal ini akan kita bahas kemudian.
Satu lagi keuntungan yang agak menonjol dari cable modem adalah bahwa satu cable modem bisa dipakai bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus, misalnya jika anda mempunyai lebih dari satu komputer di rumah yang terhubung dengan jaringan lokal kecil-kecilan, maka seluruh jaringan tersebut bisa menikmati internet juga. Hal ini biasanya dilakukan dengan memasang sebuah Hub ke cable modemnya, kemudian komputer-komputernya dihubungkan ke Hub tersebut. Tentu saja anda bisa juga melakukan hal ini dengan telephone modem biasa, tetapi ukuran bandwidthnya jauh lebih kecil daripada cable modem, sehingga tidak efektif karena hanya sedikit data yang bisa lewat dalam satu saat, apalagi jika komputernya cukup banyak.
Selain digunakan di rumah tangga, tentu saja cable modem memiliki peluang besar untuk digunakan di area lain, misalnya bisnis. Kantor-kantor yang masih menggunakan ISDN atau teknologi lain yang sekelas dengan cable modem tetapi lebih mahal, akan sangat senang jika ada solusi cable modem dengan harga yang lebih murah.

e. Kerugian Dan Solusinya

Apabila anda tidak ingin seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, untuk mengakses jaringan internet tanpa pengawasan (atau di luar jam-jam yang ditentukan), ini adalah hal yang patut dipertimbangkan.
Masalah ini tidak terlalu sulit dipecahkan jika anda menggunakan Operating System yang menggunakan konsep multi-user, seperti misalnya Linux, di mana anda bisa membuat beberapa user (mungkin sejumlah anggota keluarga anda), yang masing-masing diberi hak berlainan. Namun tentunya pengguna Operating System seperti itu belum banyak untuk rumah tangga yang pada umumnya menggunakan Operating System Windows atau Macintosh.
Solusi lainnya mungkin tidak seefektif jika anda menggunakan OS multi-user, tetapi biasanya dilakukan melalui pembatasan dari program pengakses internet, contohnya web browser (misalnya Netscape atau Internet Explorer) dan program percakapan (misalnya mIRC), yaitu dengan memasang password, yang hanya diketahui oleh anda, untuk menjalankannya, maka setiap anggota keluarga lain akan menggunakan internet, harus dengan ijin anda. Sepengetahuan penulis ada beberapa program shareware yang memang bertujuan untuk memasang password untuk menjalankan program-program tertentu. Program-program shareware bisa dicari di Download.com.
Kekurangan lain dari cable modem adalah kecepatan upstream (data keluar) yang tidak sebanding dengan kecepatan downstream (data masuk), hal ini membuat cable modem kurang sesuai jika dijadikan pilihan utama untuk membuka server, misalnya web atau FTP server. Jika anda benar-benar membutuhkan koneksi yang memadai untuk server, maka Anda sepertinya membutuhkan koneksi T1 atau yang lebih baik.
Modem digunakan sebagai penghubung jaringan LAN dengan internet. Dalam melakukkan tugasnya, modem akan mengubah data digital kedalam data analog yang bisa dipahami oleh kita manusia ataupun sebaliknya.

9. Bridge













 Gambar Bridge

Bridge adalah peralatan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan yang mempunyai media komunikasi dan topologi berbeda tetapi mempunyai protokol yang sama.
Contoh, jaringan yang menggunakan kabel fiber optic bisa dihubungkan dengan jaringan kabel coaxial dan jaringan yang menggunakan topologi ring bisa dihubungkan dengan jaringan bertopologi star.

a. Karakteristik Bridge

1.Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil.
2.Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya.
3.Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan.
4.Dapat mengontrol broadcast ke jaringan.
5.Dapat merawat address table.

b. Cara Kerja Bridge

Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.

10. Access Point












Gambar
Access Point adalah sebuah node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). Access Point bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima untuk sinyal-sinyal radio WLAN. Access Point sering disebut juga base station


a. Karakteristik Access Point

Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
  1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
  2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
  3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
  4. dsb
b. Cara Kerja Access Point

Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..
Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.
Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.

D. Hasil yang Didapatkan

Mengerti jenis-jenis perangkat keras jaringan dan fungsinya.

E. Kesimpulan yang Didapatkan

Setiap komponen memiliki tugas masing-masing


wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Friday, June 30, 2017

Memahami Subnetting IP Address

assalamu'alaikum wr. wb.

1.Pendahuluan

Pada hari jum'at 30 Juni 2017 saya akan memberikan sedikit pemahaman tentang subnettig IP Address.

A.Pengertian

Subnetting adalah upaya/proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Gunanya Subnetting untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, Memperbanyak jumlah network (LAN), Mengurangi jumlah host dalam satu network, untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.

B.Latar Belakang

Subnetting merupakan bekal yang harus dimiliki dan dikuasai untuk masuk ke dunia IT

C.Maksud dan Tujuan

  • Mengajarkan  subneting IP Address kepada pembaca
  • Menjelaskan cara menghitung Subnet dari kelas A,B dan C

D.Hasil yang Diharapkan

Dapat menguasai ilmu subnetting dan mengajarkannya.

2.Jangka waktu pelaksanaan

Jam 08.00 sampai 11.30

3.Proses dan Tahapan Pekerjaan

Sebelum masuk peghitungan subnet kalian harus memahami tabel berikut agar mudah memahami.

Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet mask pada IP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network Address dan Broadcast Address. Network address didefinisikan dengan menset seluruh bit host berharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host berharga 1. Seperti yang telah dijelasakan pada bagian sebelumnya, network address adalah alamat network yang berguna pada informasi routing. Suatu host yang tidak perlu mengetahui  address seluruh host yang ada pada network yang lain. Informasi yang dibutuhkannya hanyalah address dari network yang akan dihubungi serta gateway untuk mencapai network tersebut.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?   Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah : 11111111.11111111.11111111.00000000  (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

KELAS A KELAS B KELAS C
255.0.0.0 255.255.0.0/16 255.255.255.0/24
255.128.0.0/9 255.255.128.0/17 255.255.255.128/25
255.192.0.0/10 255.255.192.0/18 255.255.255.192/26
255.224.0.0/11 255.255.224.0/19 255.255.255.224/27
255.240.0.0/12 255.255.240.0/20 255.255.255.240/28
255.248.0.0/13 255.255.248.0/21 255.255.255.248/29
255.252.0.0/14 255.255.252.0/22 255.255.255.252/30
255.254.0.0/15 255.255.254.0/23 255.255.255.254/31
Nb : Subnetmask/CIDR

Sebuah network mask membantu kita untuk mengetahui yang mana bagian untuk network dan yang mana bagian untuk node. Class A, B, danC mempunyai default masks, yang sering disebut juga natural masks, yaitu:
–Class A: 255.0.0.0
–Class B: 255.255.0.0
–Class C: 255.255.255.0
Untuk melakukan subnet pada suatu network, tambahkan natural mask dengan beberapa bit yang diambil dari bagiannya host ID  untuk membuat sebuah subnet workID. Misal suatu Class C network  204.17.5.0 yang mempunyai suatu natural mask 255.255.255.0, kita dapat membuat contoh subnet seperti berikut:
204.17.5.0 = 11001100.00010001.00000101.00000000
255.255.255.224 = 11111111.11111111.11111111.11100000
Dengan membuat mask menjadi 255.255.255.224, kita telah mengambil bagian dari host address (3 bit)
Dan dibuat untuk subnet. Dengan 3 bit ini , memungkinkan kita membuat 8 subnets. Dengan sisa 5  host ID bits, masing-masing subnet dapat mempunyai sampai dengan 32 alamat host, hanya 30 yg dapat dipakai untuk node, karena 0 semua (0)  dan1 semua (255) tidak bisadigunakan. 0 semua untuk alamat network, 1 semua untuk keperluan broadcast. Berikut adalah alaamt subnetwork-subnetwork yang dapat dipakai dengan mengambil 3 bit tadi:
  • 204.17.5.0 -255.255.255.224 host address range 1 to 30
  • 204.17.5.32 -255.255.255.224 host address range 33 to 62
  • 204.17.5.64 -255.255.255.224 host address range 65 to 94
  • 204.17.5.96 -255.255.255.224 host address range 97 to 126
  • 204.17.5.128 -255.255.255.224 host address range 129 to 158
  • 204.17.5.160 -255.255.255.224 host address range 161 to 190
  • 204.17.5.192 -255.255.255.224 host address range 193 to 222
  • 204.17.5.224 -255.255.255.224 host address range 225 to 254
mask 255.255.255.224 dapat disebut juga sebagai /27 karena menggunakan 27 bits untuk mask.  Dengan cara ini network dapat dituliskan dalam bentuk notasi prefix/length. contohnya,  204.17.5.32/27 sama dengan 204.17.5.32/255.255.255.224
Contoh Soal tentang Subnet :
  1. subnetmask apa yang sebaiknya digunakan dengan batasan jumlah host atau subnet yang ditentukan dalam soal. Untuk menjawab soal seperti ini kita gunakan rumus menghitung jumlah host per subnet, yaitu 2y – 2, dimana y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask. Dan apabila yang ditentukan adalah jumlah subnet, kita menggunakan rumus 2x pada oktet terakhir subnetmask.
  1. Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  • Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
  • Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.
  • Blok Subnet = 256 – 192 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
  1. kita coba satu soal untuk Kelas B dengan network address  172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18  berarti :
11111111.11111111.11000000.00000000  (255.255.192.0).
Penghitungan:
  • Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya    binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4   subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  • Blok Subnet = 256 – 192 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64    + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
  1. Bagaimana dengan network  address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25  berarti :
11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
– Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
– Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
– Blok Subnet = 256 – 128 = 128.
– Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
  1. Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama  saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16  berarti :
11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  • Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65.534 host
  • – Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya:    0,1,2,3,4, etc.
  • Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255

4.Hasil yang Didapatkan

Memahami subnetting IP Address

5.Temuan masalah

kesulitan memahami  banyaknya host dalam setiap blok subnet kelas A dan B

6.kesimpulan yang Didapatkan

Subnetting merupakan metode pembagian Ip address agar tidak terjadi tabrakan pada lalu lintas jaringan.
 
7.Referensi

http://www.techrepublic.com/blog/data-center/ip-subnetting-made-easy-125343/

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Thursday, June 29, 2017

Permasalaham Saat Menginstall Paket

assalamu'alaikum wr. wb.


Hay guys, kali ini saya akan berbagi cara mengatasi kegagalan saat menginstall packet pada linux mint dan sejenisnya.

Masalah:
saya mengalami permasalahan saat melakukan instalasi InkScape pada text terminal, dengan peringatan seperti berikut.

"E: Could not get lock /var/cache/apt/archives/lock - open (11: Resource temporarily unavailable)
E: Unable to lock directory /var/cache/apt/archives/"

Penyebab:
setelah saya melakukan identifikasi dan mencari referensi ternyata permasalahan tersebut di sebabkan karena hanya ada satu terminal yang menjalankan apt-get , dan tidak ada Synaptic and Ubuntu Software Center
sehingga tidak dapat mengunci directory.

Solusi:
saya memindahkan file kunci dengan perintah
"sudo mv /var/cache/apt/archives/lock /var/cache/apt/archives/lock_bak"
 
sekian semoga bermanfaat :D

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Mengenal Kelas IP Address

assalamu'alaikum wr. wb.

A. Pendahuluan

Pada kesempatan kali ini Kamis, 29 Juni 2017 saya ingin membahas pengenalan kelas-kelas IP Address.

1. Pengertian

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
 nah, kali ini kita akan membahas yan IPv4.

2. Latar Belakang

IP  address  digunakan sebagai  alamat  dalam  hubungan  antar  host  di  internet sehingga merupakan  sebuah  sistem  komunikasi  yang  universal  karena  merupakan metode  pengalamatan  yang  telah  diterima  di  seluruh  dunia.

3. Maksud dan Tujuan

Mengenalkan kelas-kelas IP Address.

4. Hasil yang Diharapkan

mengerti dan dapat mengidentifikasi kelas-kelas IP Address.

B. Jangka waktu pelaksanaan

Jam 08.00 - 12.00

C. Proses dan Tahapan Pekerjaan

Format Penulisan IP Address

IP  address  terdiri  dari  bilangan  biner  32  bit  yang  dipisahkan  oleh  tanda titik (.) setiap  bitnya.  Tiap  8  bit  ini
disebut  sebagai  oktet.  Bentuk  IP  address  dapat
dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai
11111111.11111111.11111111.11111111.
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal
yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik (.) yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet  IP address.

Pembagian kelas IP Address

IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian
network (net ID) dan bagian host(host  ID). 
Net  ID  berperan  dalam  identifikasi  suatu
network dari network yang  lain, sedangkan 
host  ID  berperan  untuk  identifikasi host dalam  suatu network.

IP address dibagi kedalam lima kelas, yaitu
kelas A, kelas B, kelas C,kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap  kelas  adalah  pada  ukuran  dan  jumlahnya.

Kelas A
Bit  pertama  IP  address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit  dan panjang host ID 24 bit.
Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. 
Jadi pada  kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan  dengan jumlah  host  yang  sangat  besar,  IP  kelas  ini  dapat  dilukiskan pada gambar berikut ini


Kelas B
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address
191.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161.
Pada IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

Kelas C
Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 110.
Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 host. 

Kelas D
IP  address  kelas  D  digunakan  untuk  keperluan  multicasting.  4  bit  pertama  IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247,sedangkan  bit-bit  berikutnya  diatur  sesuai  keperluan  multicast  group  yang
menggunakan IP  address  ini.  Dalam  multicasting  tidak  dikenal  istilah  network  ID
dan host ID.

Kelas E
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum.
4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255. 
Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak bolehdigunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah:



1.Network Address



Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada

jaringan Internet. Misalkan

untuk host dengan IP Address kelas B 191.168.9.35.

Tanpa memakai subnet (akan diterangkan kemudian),

network address dari host ini adalah 191.168.0.0.

Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2

segmen terakhir menjadi 0.


Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing

pada Internet. Router cukup melihat network address (191.168) untuk

menentukan ke router mana datagram tersebut harus dikirimkan.

2.Broadcast  Address
Address  ini  digunakan  untuk  mengirim/menerima  informasi yang  harus  diketahui  oleh  seluruh hostyang  ada  pada  suatu network.
Seperti diketahui, setiap  datagram  IP  memiliki header alamat tujuan berupa IP Address  dari host yang akan dituju oleh datagram tersebut.
Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses datagram  tersebut,  sedangkan host lain akan mengabaikannya.


Bagaimana jika  suatu hostingin  mengirim  datagram kepada seluruh hostyang  ada  pada networknya ?

Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi datagram sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi datagram - datagram tersebut  sama. Oleh  karena  itu,  dibuat konsep Broadcast  address. Host cukup mengirim  ke alamat broadcast, maka seluruh host yang  ada  pada network akan menerima  datagram  tersebut.  Konsekuensinya,  seluruh host pada network yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu.


D. Hasil yang Didapatkan

mengerti dan mampu mengidentifikasi kelas-kelas IP Address

E. Kesimpulan yang Didapatkan

Layaknya manusia jaringan juga memiliki identitas

F. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP
eBook TKJ/JARINGAN-DASAR-X-2.pdf

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Wednesday, June 28, 2017

Kegiatan Usai Festival Kuliner Tradisional Klaten

assalamu'alaikum wr. wb.


Hay kawan, Saya ingin share kegiatan setelah usai kegiatan festival kuliner kemarin,yang berlangsung dengan sangat meriah.

Pada hari Rabu, 28 Juni 2017 kami siswa BLC berkumpul di halaman karena kantor BLC Telkom sedang mengadakan  acara Temu Kangen SMAKAR dan juga kami dimintai bantuan dalam pembongkaran tempat usai Festival Kuliner Tradisional Klaten.Kamipun ber-antusias untuk membantu kegiatan tersbut.

Siswa BLC di bagi menjadi 2 kelompok yang pertama kelompok untuk membantu acara temu kangen di blc telkom dan kelompok untuk membantu pembongkaran di alun-alun.saya masuk kelompok pembongkaran tempat di
alun-alun.

Sesampainya di sana kami mengembalikan kursi yang dipinjam dari warga dan memindahkan bambu yang digunakan untuk banner, tak lama kemudian datang seorang pekerja yang menyuruh kita pulang dan beristirahat. Dengan demikian tugas kami selesai dengan cepat.


wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Tuesday, June 27, 2017

Meriahnya Festival Kuliner di Alun-Alun Klaten

assalamu'alaikum wr. wb.

A. Pendahuluan



hay, guys maaf kali ini saya telat posting :D
pada hari Selasa 27,Juni 2017 setelah kami pelajar BLC Telkom Klaten libur lebaran kami langsung berpartisipasi menjadi relawan dalam acara Festival Kuliner Klaten yang diadakan di Alun-Alun Klaten.

1. Pengertian

Festival Kuliner Tradisional Klaten ini merupakan Festival yang digelar Koperasi Pedagang Kaki Lima Manunggal didukung Pemkab Klaten dan di ketuai oleh Roby Wijaya.Disana terdapat 480 variasi makanan tradisional yang terdiri dari masakan dan jajanan. Sekitar 1.845 pedagang ikut festival tersebut.

2. Latar Belakang

Ingin memberitahukan bahwa pedagang kaki lima merupakan pelestari makanan daerah jadi perlu adanya falisitas dari pemerintah sehingga tidak tumpah di jalanan.

3. Maksud dan Tujuan
  • Memberitahu makanan tradisional dari klaten.
  • Dapat mengerti dan mampu melestarikan makanan tradisional tersebut.
  • Tergerak untuk memajukan dan menyukseskan pedagang kaki lima.
4. Hasil yang Diharapkan
  • Dapat menjadi penerus untuk melestarikan kebudayaan daerah
  • Timbul rasa tanggung jawab pada generasi muda.
  • Menambah pengetahuan akan makanan khas Klaten. 
C. Jangka waktu pelaksanaan

Kegiatan tersebut berlangsung pada pagi hari pukul 07.00 sampai dengan malam hari pukul 12.00.

D. Proses dan Tahapan Pekerjaan




Dimulai pada Jam 06.00 relawan BLC Telkom dan KWARCAB dikumpulkan dan di beri tugas masing-masing atas perintah RSPD Klaten.
 

Dilanjutkan acara sambutan dari Ketua Panitia, Bupati Klaten, Dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah.

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan bersamaan dengan pembukaan festival kuliner, Selasa pagi. Hadir dalam acara itu, Plt Bupati Klaten, Sri Mulyani, anggota komisi VI DPR, Aria Bima, pakar kuliner, William Wongso, jajaran Muspida, serta perwakilan MURI dengan kategori variasi makanan tradisional terbanyak.

















Selain itu panitia juga meluncurkan aplikasi yang bernama SMART CITY yang dibuat bekerja sama dengan Indonesia Indicator yang merupakan aplikasi untuk menyukseskan pedagang kaki lima dan kota Klaten.untuk aplikasi tersebut dapat di dapatkan di PLAY STORE


Kemudian dilanjut acara pentas Budaya pada sore hari dan
Wayang Kulit pada malam hari.













E. Hasil yang Didapatkan

Menjadi lebih bertanggung jawab dengan tugas.

Dapat berorganisasi dengan masyarakat sosial.

Termotivasi untuk memajukan bangsa sebagai generasi muda yang suka berkarya dan melestarikan budaya.

F. Kesimpulan yang Didapatkan

 Kemajuan suatu wilayah tergantung dengan tingkat kesadaran dari warganya.

G. Referensi

 http://www.solopos.com/2017/06/27/festival-kuliner-tradisional-klaten-pecahkan-rekor-muri-829159

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Thursday, June 22, 2017

Sharing File Menggunakan Samba



assalamu'alaikum wr.wb


A. Pendahuluan

Saat ini Kamis,22 Juni 2017 saya membahas tentang sharing file menggunakan samba

Pengertian

Samba adalah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (pint service), resolusi nama NetBIOS, dan pengumuman layanan (NetBIOS service announcement/bowsing). Sebagai sebuah aplikasi file server, samba mengizinkan berkas, alat pencetak, dan beberapa sumber daya lainnya agar dapat digunakan oleh banyak pengguna dalam keluarga sistem operasi UNIX,dan mengizinkan interoperabilitas dengan sistem operasi windows. Samba dibuat berdasarkan protokol Server Massage Block (SMB), oleh Andrew Tridgell.


Latar Belakang

Samba merupakan aplikasi untuk sistem operasi berbasis text seperti Linux yang sering digunakan untuk sharing data.

Maksud dan Tujuan

Memberikan ilmu tentang samba
Memberikan referensi menggunakan samba

Hasil yang di Harapkan

Mengerti proses instalasi dan menggunakan samba
Mampu mengimplementasikan file sharing menggunakan samba 

B. Alat dan Bahan

>Laptop
>Koneksi internet

C. Jangka Waktu Pelaksanaan
Jam 08.00 sampai 10.00

D. Proses dan  Tahapan Pekerjaan

1. Langkah pertama lakukan install samba dengan perintah.




2. Kemudian kita konfigurasi folder atau data yang akan di sharing , dengan perintah.
# nano /etc/samba/smb.conf

Pada bagian terbawah silahkan anda tambahkan beberapa baris berikut :
[sidik]
path = /home/sidik/
browseable = yes
writeable = yes
guest ok = yes
public = yes
read only = yes
security = share
misalkan seperti gambar di bawah ini , pada saat anda menambahkan direktori pastikan  dengan nama anda. jika sudah simpan dengan tekan ctrl + x tekan y enter.


Keterangan :
path = adalah letak file-file yang akan akan dibagikan
browseable = yes berarti bisa dilihat oleh publik
security = share berarti tanpa menggunakan password, user berarti menggunakan enkripsi
password
writeable = yes berarti dapat ditulis dapat di tambahkan file atau folder dari client yang
membuka , jika no maka kebalikannya
guest ok = berarti ijin untuk tamu atau tanpa password jika yes jika no maka kebalikanya
read only = berarti hanya dapat dilihat dan dibaca termasuk menyalin file tapi tidak dapat
menambahkan file atau folder kedalamnya jika yes jika no maka kebalikanya

3. Setelah tersimpan silahkan anda masukan user untuk pengguna samba jika anda mengunakan user dengan perintah:

#groupadd sambauser



#useradd sidik -m -G



#smbpasswd -a sidik



4. Kemudian restart service samba dengan perintah :

#service samba restart atau

#/etc/init.d/samba restart

Seperti gambar di bawah:


5. kemudian kita cek samba pada web browser dengan perintah :
#smb://172.30.4.82


E. Hasil yang Didapatkan

Memahami pengertian samba
Dapat mempraktekan file sharing dengan samba
Dapat berbagi data pada sistem operasi berbasis text

F. Kesimpulan yang Didapatkan

File sharing di ciptakan untuk bertukar data agar dapat saling membantu satu sama lain

G. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Samba_(perangkat_lunak)

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Wednesday, June 21, 2017

Implementasi Prinsip Managemen Proyek

assalamu'alaikum wr.wb


A. Pendahuluan

Hai, kawan pada hari ini Rabu, 21 Juni 2017 membahas tentang Managemen Proyek.



Pengertian

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.

Latar Belakang

Agar dapat menerapkan prinsip managemen proyek dalam kegiatan sehari hari.

Maksud dan Tujuan

Menjelaskan prinsip managemen proyek agar dapat di aplikasikan.

Hasil yang di Harapkan

Mengerti maksud dan tujuan pengadaan managemen proyek..

B. Pembahasan

Prinsip Umum Manajemen Proyek

George R. Terry telah merumuskan fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) :

1. Planning --->(Perencanaan)

2. Organizing --->(Pengorganisasian)

3. Actuating ---->(Penggerakan)

4. Controling --->(Pengendalian)

1.Planning

adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan disini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang
tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing.

Dalam proses planning terdapat  hal-hal yang perlu diketahui sebagai berikut :


  • Permasalahan terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
  • Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
  • Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
  • Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran 


2.Organizing(Pengorganisasian)

Organizing (pengorganisasian kerja) merupakan pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.

Dalam proses manajemen, organisasi memiliki fungsi untuk :


  • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya


3.Action(Pergerakan)

Actuating merupakan fungsi manajemen untuk menggerakan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan dalam planning

Pada tahap ini memerlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk :


  • menggerakkan
  • mengarahkan
  • memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya


hal tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan keberhasilan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan..


4.Controlling

Controling merupakan kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana agar tidak keluar dari planning.

Ruang lingkup kegiatan controlling meliputi pengawasan pada seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:


  • Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang ,peralatan, bahan)
  • Prosedur dan cara kerjanya
  • Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran


C. Kesimpulan yang Didapatkan

Manejemen proyek merupakan prinsip dasar agar proyek berjalan sesuai dengan tujuan.  
D. Referensi

KONSEPSI MANAJEMEN PROYEK DI BIDANG IT.pdf

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...

Pengkabelan Pada Jaringan Komputer


assalamu'alaikum wr.wb

A. Pendahuluan


Kali ini Rabu, 21 Juni 2017 saya akan membahas tentang pengkabelan yang umum digunakan dalam sebuah jaringan

Pengertian

Perbedaan kabel Straight dan Cross

Kabel Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar
TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
Menghubungkan antara Komputer dengan Switch
Menghubungkan Komputer dengan LAN pada Modem Cable/DSL
Menghubungkan Router dengan LAN pada Modem Cable/DSL
Menghubungkan Switch ke Router
Menghubungkan Hub ke Router

Kabel Crossover merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross.

Contoh penggunaan kabel crossover adalah sebagai berikut :
Menghubungkan 2 buah Komputer secara langsung
Menghubungkan 2 buah Switch
Menghubungkan 2 buah Hub
Menghubungkan Switch dengan Hub
Menghubungkan Komputer dengan Router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
 
Latar Belakang

Pengkabelan atau Krimping kabel memerlukan ketelitian dan teknik untuk melakukannya.
Jadi saya ingin memberikan referensi melalui blog ini.

Maksud dan Tujuan

Memberi tahu langkah-langkah melakukan pengkabelan
Memberikan pengetahuan mengenai urutan kabel dan jenis pengrimpingan kabel

Hasil yang di Harapkan

Dapat melakukan pengrimpingan sesuai prosedur.

B. Alat dan Bahan

  • Tang krimping
  • Kabel UTP
  • Konektor RJ 45
  • Pengupas Kabel

C. Jangka Waktu Pelaksanaan

Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 10 menit.

D. Proses dan Tahapan Pekerjaan

Kupas kabel dengan pengupas kabel.
Urutkan warna kabel sesuai dengan standard pada gambar.

Berikut adalah jenis krimpingan kabel:

Crossover
 Disini saya menggunakan kabel straight.

 Masukan kabel kedalam konektor RJ45, Dan periksa kembali urutan kabel.

 Krimping kabel menggunakan tang krimping.
 
Tes menggunakan LAN Tester. Pastikan lampu indikator menyala semua secara berurutan, kecuali pada kabel crossover.


Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor.
E. Hasil yang Didapatkan

Mengerti urutan kabel sesuai Standard
Memahami kegunaan kabel pada jaringan
Mengerti macam-macam krimpingan kabel

F. Kesimpulan yang Didapatkan

Didalam pengkabelan dibutuhkan standard baku agar koneksi dapat berjalan sesuai jalurnya.

wassalamu'alaikum wr. wb.
read more...
 
Copyright © 2014 MOCH.SIDIK || BLC TELKOM KLATEN • All Rights Reserved.
Distributed By Free Blogger Templates | Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top